Masih Pantaskah Mengaku Sebagai Blogger

Paling tidak mengaku sebagai blogger pernah memiliki kesempatan menuangkan kata-kata yang mungkin saja dari sebagian kata merupakan curahan isi hati. Paling tidak pernah memiliki karya yang tidak terlalu baik dengan kata-kata indah yang puitis dan romantis. Paling tidak pernah membuat sebuah gambar yang merupakan sejarah karya terbesar yang penah dimiliki.

Fast Track Guide Internet Marketing

Sejatinya menurut saya Fast track guide internet marketing yang mudah adalah mempergunakan logika, insting, dan keyakinan. Tetap pada prinsipnya, apapun yang kita jual selama memberikan manfaat akan tetap laku dan bertahan dalam jangka waktu yang lama

Cara Mudah Cek Backlink

Update algoritma menyatakan artikel terbaru dengan kata kunci serupa akan mendapat kesempatan masuk halaman pertama hasil pencarian (SERP)

Best Free SEO Tools For Blogger and Internet Marketing

Trafik yang lumayan dengan kisaran visitor 10K dan page view 30K. Tentu hal tersebut bukan semata karena keberhasilan trik SEO yang diterapkan, bisa jadi karena sebuah hal tersembunyi yang merupakan rahasia yang sulit dipecahkan dan tidak dapat ditemukan secara teoritis mempergunakan mesin pencari seperti apapun.

Memahami Duplicate Content dan How to Solve It?

Sebenarnya apa yang dikatakan dengan Duplicate Content? Ada berbagai descripsi yang menjelaskan tentang definisi duplikat konten. Ada yang menafsirkan adalah kesamaan konten atau konten serupa dalam hasil pencarian mesin pencari yang memberikan definisi sama dari web yang berbeda.

Perbincangan Ringan Tentang Rejeki

Sebut saja namanya Ali, seorang karyawan di salah satu lembaga pendidikan. Ali adalah salah satu karyawan yang kreatif dan disiplin selalu menampakkan wajah riang dengan senyuman setiap berpapasan dengan karyawan lain maupun siswa/siswi di lembaga pendidikan tersebut.

Bukan hanya ramah dan memiliki kedisiplinan, Ali juga dikenal sebagai salah satu karyawan yang memiliki paras wajah ganteng dibandingkan dengan teman-teman lainnya.

Pagi itu, beberapa karyawan yang sedang tidak memiliki aktifitas rutin duduk bersantai disalah satu ruangan lembaga tersebut sambil menikmati kopi hangat yang diseduh dengan air dispenser yang terletak disudut ruangan. Meskipun hanya salumi, kepuasan menikmati kopi hangat sangat terasa pagi itu. Ali, Ahmad, Lukman, dan Azis sambil menikmati kopi saset hangat yang diseduh dengan air dispenser diisi dengan perbincangan ringan seputar aktifitas harian dan banyak hal lain, terkadang secara tak sengaja bersamaan meraih gelas berisi kopi yang sudah mulai dingin dan tinggal separuh gelas.

Sementara, karyawan yang lain sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ada yang sedang mengurus administrasi, ada yang sedang berada dikelas dan berbagai aktifitas lain mereka kerjakan. Sementara mereka berempat tetap santai dalam perbincangan ringan sambil menunggu giliran untuk melakukan aktifitas rutin. Azis sambil menimpali obrolan sedidkit sibut dengan buku oretan yang sepertinya sudah cukup berumur yang dikeluarkan dari dalam tasnnya.

Ternyata dibalik keriangan dan keceriaan pagi hari itu, sejuta masalah tersimpan dibalik raut mereka yang penuh canda. Apalagi jika bukan masalah ekonomi yang kerap menerpa tenaga honorer. Dengan gaji pas-pasan mereka harus memenuhi kebutuhan keluarga, namun keriangan yang mengisi hari-hari mereka berkumpul seakan masalah itu tidak pernah ada, dan mereka terus tetap bertahan hidup tanpa adanya keluhan kekurangan dana hidup dari gaji mereka yang sangat minim.

Apakah keadaan itu memang disembunyikan, ataukah mereka memang sudah tidak memperdulikan tentang kenyataan tersebut. Terlihat jelas wajah harap demi perbaikan nasib mereka melalui kebijakan pemerintah, walau tak dapat dipastikan kebijakan pemerintah akan memperbaiki nasib hidup mereka.

Ah, sudahlah. Bagaikan “Malappaen Manok Ngabeng” membicarakan hal tersebut, sahut Ahmad pada salah satu kutipan percakapan yang mereka lakukan.

Bagaimana sih kak cara mendapatkan rejeki yang mudah dan banyak, pecah Ahmad membuka sebuah pertanyaan menjadikan obrolan ringan itu terus berlanjut.

Pesugihan, maling, atau korupsi aja kalau ada kesempatan, dijamin cepat kaya. Timpal Azis ketus dengan tetap mengerjakan sesuatu pada buku oretannya.

Ketawa pun pecah diantaranya. Bagaimana kita korupsi, dan apa yang akan kita korupsi. Paling-paling hanya akan menimbulkan masalah, bikin kaya itu mustahil, sahut Lukman nyantai.

Ada cara lain yang lebih mudah selain cara-cara tersbut dan lebih aman, tanpa harus berurusan dengan pihak lain dan tidak dianggap sebuah dosa dihadapan Tuhan. Tanya Ahmad lagi.

Azis menyudahi kegiatan orat-oretnya, sambil menghisap rokok yang selalu melekat dijarinya diangkat bicara. Kunci orang sukses dengan penghasilan luar bisa itu sebetulnya sangat mudah. Cukup dengan satu amalan yang Insya Allah akan mendapatkan pahala besar dan rejeki yang melimpah. Cukup dengan membiasakan berucap ALHAMDULILLAH pada setiap kejadian yang terjadi. Sesuatu yang membahagiakan kita mengucapkan Alhamdulillah, ditimpa suatu musibah kita juga bisa mengucapkan kata tersebut dengan tulus.

Gampang terucap namun sulit untuk diucapkan, kata Ali. Dengan selalu bersyukur terhadap yang kita peroleh apakah itu banyak atau sedikit, bahkan jika yang kita dapatkan sama sekali seakan tidak ada namun kita dapat mensyukurinya maka kita akan menjadi orang sukses dan kaya raya.

Jarum jam sudah menunjukkan waktu 09.15, terdengar bel sekolah berdentang dan obrolan itupun berakhir tanpa ada sebuah kesimpulan yang dihasilkan, bahkan setetes kopipun tidak tersisa pada gelas yang dipergunakan dan menyisakan ampas kopi serta beberapa puntung rokok diasbak atas meja.

Pemilihan Umum Untuk Kepentingan Umum atau Kepentingan Golongan?

Pemilihan Umum Untuk Kepentingan Umum atau Kepentingan Golongan?Kepentingan umum diatas kepentingan pribadi atau golongan adalah salah satu cerminan nilai yang terdapat pada undang-undang dasar 1945 dan menjadi acuan sebagai landasan Negara Republik Indonesia. Mementingkan kepentingan pribadi ataupun golongan sebagai salah satu bentuk pengkhianatan terhadap undang-undang 1945, dan siapapun yang telah melanggar dianggap sebagai pengkhianat bangsa yang telah berkhianat terhadap undang-undang dasar 1945 sebagai acuan hidup berbangsa dan bernegara Republik Indonesia. Itulah sedikit yang saya ingat tentang pelajaran yang pernah diperoleh masa sekolah tempo dulu.

Jangan sampai melakukan hal yang melanggar undang-undang karena merupakan pelanggaran dan dapat dianggap sebagai pengkhianatan terhadap Negara yang kita cintai. Namun, apakah hal tersebut masih berlaku untuk saat ini?

Pemilihan calon legeslatif beberapa waktu lalu. Dari beberapa calon yang saya ketahui berusaha untuk menang dengan menggunakan berbagai cara untuk memenangkan pemilihan umum dan memenangkan suara terbanyak serta tercapai tujuan menjadi anggota legeslatif dengan tujuan mulia untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat. Benarkah hal tersebut untuk kepentingan masyarakat dengan satu cita-cita mulia melalui jalur legeslatif untuk menciptakan pembangunan yang lebih merata dan baik dirasakan semua lapisan masyarakat.

Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Sebait lagu dari sang legendaris dan terkenal dengan julukan raja dangdut. Uang politik dan politik uangpun terjadi demi tercapainya sebuah tujuan. Bukan sesuatu hal yang ironis kejadian tersebut. Bahkan tak jarang agama menjadi kendaraan politik untuk mendapatkan kemenangan dan tercapainya kursi legeslatif yang menjadi idaman.

Segala bentuk upaya dan usaha yang dilakukan bahkan dengan mengeluarkan modal yang tidak sedikit untuk kepentingan umum dan masyarakat? Seakan tidak mau dirugikan dan tidak ada tujuan terselubung dari kegiatan tersebut. Benarkah hal tersebut?

Semua upaya dan usaha yang mungkin saja dapat dikatakan sebagai sesuatu yang tidak dibenarkan secara aturan main dalam perhelatan politik akan menjadi sebuah tindakan pembenaran untuk tercapainya sebuah tujuan dilandasi dengan cita-cita mulia untuk kepentingan umum dan mengesampingkan kepentingan pribadi atau golongan.

Partai politik dan calon legeslatif berjuang dengan modal besar untuk kepentingan umum, tidak ada tujuan memperkaya diri apa lagi sekedar untuk dapat mengatur birokrasi pemerintahan untuk kepentingan pribadi dan golongan melalui jalur legeslatif. Semua untuk kepentingan bangsa dan Negara demi terciptanya kehidupan masyarakat yang madani tanpa harus menginjak nilai kemanusiaan dan keadilan.

Mengesampingkan kepentingan partai terlebih lagi kepentingan dari pribadi-pribadi yang tidak berarti dan tidak mengerti tentang birokrasi. Semua sekedar untuk membodohi mereka yang sebenarnya pintar atau bahkan sama sekali tidak perduli dengan apa yang akan terjadi.

Tujuan utama untuk kemaslahatan bersama, tidak perduli dengan seberapa banyak modal yang dikeluarkan dengan niat jihad melalui harta yang dimiliki dan memanfaatkan kekuatan harta untuk tercapainya sebuah tujuan kursi legeslatif dan memperjuangkan kemaslahatan dan tercapainya masyarakat madani melalui pengaturan birokrasi yang menguntungkan masyarakat sekalipun mereka sendiri babak belur dan hancur lebur.

Apakah bukan sebuah penghkhianatan terhadap landasan hidup Negara Republik Indonesia jika pada kenyataan tidak seperti yang dibicarakan. Apakah jadinya jika dalam birokrasi diisi oleh sebagian besar para pengkhianat undang-undang dan mengaku taat dan patuh terhadap Undang-Undang Dasar 1945.

Mohon maaf sekedar tulisan yang tak menentu dan tidak dapat ditarik sebuah makna dari kalimat yang terurai. Karena inilah kemampuan dan pemahaman yang dimiliki penulis dalam memahami kehidupan terlebih lagi mengerti tentang kehidupan politik dan berbagai aturan birokrasi pemerintahan. Tanpa landasan dan pengetahuan yang memadai, hanya berdasarkan pola berpikir yang terlalu sederhana dan sangat mungkin sangat menyimpang dari kebenaran yang ada.

Sehari Tanpa Gadget dalam Kehidupan

Teknologi selalu melakukan inovasi terbaru menghadirkan gadget yang semakin canggih dengan kelengkapan yang luar biasa. Jika dahulu gadget hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dan itupun hanya dapat melakukan panggilan suara dan pesan singkat, saat ini gadget sudah memberikan fasilitas yang luar biasa, bahkan sangat bisa dikatakan bahwa dunia saat ini berada dalam genggaman.

Informasi dari belahan bumi manapun dapat kita ketahui dalam hitungan detik, komunikasi dengan orang dari belahan bumi juga dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat layaknya berhadapan langsung dengan teknologi video calling yang sudah dimiliki oleh gadget terbaru didukung dengan teknologi telekomunikasi yang selalu melakukan peningkatan kualitas.

Sehari tanpa gadget bagaikan sehari melepaskan dunia. Tertinggal gadget beberapa menit saja mungkin kita akan ketinggalan informasi terkini, kita akan menjadi orang katro yang ketinggalan informasi dan menjadi orang yang planga plongo karena kebingungan dan kurang memahami informasi yang dibicarakan orang-orang disekitar kita.

Melirik jauh kesana… masih ada bahkan mungkin banyak orang yang belum mengenal apa itu gadget, mereka yang belum mengetahui tentang perkembangan dari sisi dunia lainnya. Mereka hanya mengetahui apa yang ada di dekat mereka, tanpa membingungkan informasi dan kehidupan lain yang jauh dari mereka yang tidak akan mudah diketahui tanpa adanya gadget. Bahkan mereka hanya mengerti bagaimana memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari tanpa harus memikirkan yang lain, apa lagi harus memikirkan untuk memiliki gadget dan mengetahui informasi yang jauh dari luar sana.

Mereka tidak kebingungan sekalipun hari-hari tanpa gadget, bahkan sangat mungkin mereka masih memberlakukan hokum sehari makan sehari tidak. Hari ini makan, mungkin esok dan lusa harus berpuasa.

Inspiratif menggugah dengan tema sehari tanpa gadget untuk memberikan kesadaran atau mungkin sekedar ingin mengetahui apa yang dirasakan jika terlepas dari gadget pada masa serba teknologi canggih saat ini.

Berbagai opini dan argumentasi, namun jika melirik jauh masih ada bahkan banyak orang yang tidak memperdulikan gadget, bukan sekedar untuk mengetahui informasi luar atau kegiatan lain, bahkan terkadang mereka pergi jauh tanpa harus mengetahui kabar keluarga yang ditinggal karena tidak ada gadget di tangan.

Subhanallah, Allah telah memberikan kemudahan bagi kita untuk menyusuri belahan bumi tanpa harus meluangkan banyak waktu, modal dan tenaga. Namun disisi lain kehidupan kita masih banyak orang-orang yang harus berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.