Masih Pantaskah Mengaku Sebagai Blogger

Paling tidak mengaku sebagai blogger pernah memiliki kesempatan menuangkan kata-kata yang mungkin saja dari sebagian kata merupakan curahan isi hati. Paling tidak pernah memiliki karya yang tidak terlalu baik dengan kata-kata indah yang puitis dan romantis. Paling tidak pernah membuat sebuah gambar yang merupakan sejarah karya terbesar yang penah dimiliki.

Fast Track Guide Internet Marketing

Sejatinya menurut saya Fast track guide internet marketing yang mudah adalah mempergunakan logika, insting, dan keyakinan. Tetap pada prinsipnya, apapun yang kita jual selama memberikan manfaat akan tetap laku dan bertahan dalam jangka waktu yang lama

Cara Mudah Cek Backlink

Update algoritma menyatakan artikel terbaru dengan kata kunci serupa akan mendapat kesempatan masuk halaman pertama hasil pencarian (SERP)

Best Free SEO Tools For Blogger and Internet Marketing

Trafik yang lumayan dengan kisaran visitor 10K dan page view 30K. Tentu hal tersebut bukan semata karena keberhasilan trik SEO yang diterapkan, bisa jadi karena sebuah hal tersembunyi yang merupakan rahasia yang sulit dipecahkan dan tidak dapat ditemukan secara teoritis mempergunakan mesin pencari seperti apapun.

Memahami Duplicate Content dan How to Solve It?

Sebenarnya apa yang dikatakan dengan Duplicate Content? Ada berbagai descripsi yang menjelaskan tentang definisi duplikat konten. Ada yang menafsirkan adalah kesamaan konten atau konten serupa dalam hasil pencarian mesin pencari yang memberikan definisi sama dari web yang berbeda.

Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta - CitrosblogCinta tak seharusnya membutakan mata dan hati. Cinta haruslah menjadi cahaya penerang yang dapat menyinari setiap pandangan sehingga lebih jelas nampak terlihat. Mata lebih terang menatap jauh kedalam sehingga mata hatipun akan lebih nyata menilai. Dengan adanya cinta tatapan mata bukan sekedar tatapan hampa tak bermakna, jauh lebih masuk tak berujung melihat sesuatu yang baik dari suatu hal yang terlihat buruk, menemukan kebaikan lebih dari keindahan yang tampak terlihat oleh mata.

Hanya mata yang memandang dengan cinta akan menemukan kebaikan dari setiap cela yang terlihat, menemukan sesuatu yang akan terasa lebih indah dari setiap kebaikan nampak. Bukan pandangan nafsu yang dapat menyingkap tabir dari setiap hal yang nampak dan terlihat mata. Pandangan nafsu hanya mampu melihat yang indah, hanya mampu melihat yang nyata. Pandangan nafsu tak akan menemukan kebaikan dari setiap kebaikan yang terlihat, tak kan mampu menemukan keindahan dibakik cela yang nampak.

Cintalah yang dapat memberikan kemampuan itu pandangan itu semua. Bukan cinta yang buta, bukan cinta membutakan mata. Jika mata sudah tak mampu membedakan kebaikan dan keburukan, jika mata sudah menganggap bahwa wajah jelek, tubuh tak ideal tak pantas untuk dicintai, hanya dapat mencintai keindahan, kecantikan, hanya dapat mencurahkan cinta karena ketampanan, maka bukan pandangan cinta yang sebenarnya. Hanyalah pandangan nafsu belaka mengatasnamakan cinta.

Jika memang sudah ada cinta, wajah yang tak seberapa akan terlihat begitu indah karena adanya keindahan yang tak mampu ditatap dengan mata, hanya cinta yang dapat menemukan keindahan, hanya dengan cinta yang dapat menemukan kelebihan dibalik kekurangan. Dengan dasar cinta, kecantikan dan ketampanan wajah, keindahan bentuk tubuh akan melahirkan keindahan yang semakin nyata karena ada keindahan yang lebih dari balik keindahannyang terlihat.

Jika katakan cinta jika masih belum mampu menemukan kelebihan dibalik kekurangan yang terlihat. Jangan bilang cinta jika belum mendapatkan sesuatu yang lebih indah dari balik keindahannyang tampak. Jika hanya mampu melihat sekilas tentang kecantikan, hanya dapat melirik sepintas tentang keindahan yang nampak, maka cinta yang hadir, nafsu belaka yang mamandang dengan penuh hasrat dan mengatasnamakan cinta.

Cinta akan menjadikan sesuatu yang terlihat ada cela nampak indah tak terkira, yang jelek akan terlihat cantik, yang cantikpun akan nampak lebih indah dengan pandangan cinta. Cinta tak pernah memberikan kekecewaan, bahkan cinta tak pernah menghadirkana kekecewaan. Penyesalan dan rasa kecewa hadir bukan karena cinta, cinta akan menghadiahkan keindahan dan memberikan kebahagiaan yang tak mampu dilukiskan, bahkan lidahpun tak akan mampu menceritakan keindahan dan kebahagiaan karena cinta.

Cintalah yang mampu menjadikan cela sebagai sebuah kebaikan dan keindahan, cinta pulalah yang dapat memperbaiki kekurangan, memberikan dekorasi keindahan pada pada keindahan yang ada sehingga akan menjadi keindahan yang sempurna.

Apalah jadinya sepasang kekasih yang gagah nan tampan, cantik nan elok luar biasa setiap mata memandanh dan decak kagum akan kegagahan serta keelokan yang nampak jika berjalan bukan karena cinta. Jalan bagaikan tak tentu arah karena hanya ada nafsu dari kecantikan dan ketampanan. Adakah sepasang kekasih yang menimbulkan decak kagum banyak orang akan kecantikan dan ketampanan yang terlihat jika tanpa ada landasan cinta?

Cinta tak akan pernah menghinakan sesuatu yang terlintas tak sempurna, tak akan terlalu mengagumi kesempurnaan yang hanya terlihat sekilas dimata. Cinta akan memandang dengan lebih hati-hati dan lebih jauh kedalam untuk menemukan kebaikan dari sebuah hal yang dianggap cela, akan menemukan sesutu yang lebih indah dari kesempurnaan pandangan mata.

Apakah tulisan ini adalah tulisan cinta? Apa judul cinta tulisan ini. Sampai paragraf terakhirpun tak ada cinta dalam judul tulisan ini karena memang tak ada cinta yang sekedar tulisan.

Menikmati Syair Lagu Rita Sugiarto – Cinta Rahasia

Menikmati Syair Lagu Rita Sugiarto - CitrosblogTak terlalu lama kurasakan cinta yang tak sanggup kuucapkan hanya mampu kusimpan menjadi cinta rahasia yang tak seorangpun tahu. Bahkan terkadang diri ini bertanya benarkah ada rasa itu di dalam diri ini? Namun sering aku merasa bahagia bertutur kata walau tak ada jawab merasakan bahagia, senang seakan ada cinta berbalas walau aku juga tak tahu apa jawaban atas rasa yang tak dapat kupahami. Apakah itu ungkapan cinta yang tak perlu ada balasan, atau hanya sekedar nafsu atas keinginan diri sehingga diri ini mencoba merayu bayangan yang tak dapat kuhadirkan. Terlalu tebal tirai penghalang yang tak mampu ketembus dengan tatapan mata hampa untuk mengutarakan rasa cinta yang tak mampu ku ucapkan.

Tak mampu berucap, namun seakan rahasia terungkap dari sinar mata yang sebetulnya sangat tak mampu untuk menatapnya. Namun sungguh terasa kehadirannya, nyata di depan mata walau tak dapat menampilkan bayangannya, seakan bertutur kata begitu nyata. Begitu indah dan mempesona walau kutahu cintaku mungkin saja bertepuk sebelah tangan. Namun begitu indah bila aku menyapa walau tak sepatah kata terdengar menimpali sapaan itu.

Tak mampu kuungkapkan rasa ini yang begitu mendalam seakan bergetar tubuh ini bila kuingat dan kusebut namanya. Walau tak sanggup dan tak ada keberanian untuk menatap sinar matanya yang begitu tajam memandang dan mengungkap rahasia kasih yang mungkin begitu dalam kepada diri ini. Tak berani kuutarakan, akankah cinta ini dapat berbalas, sudah tuluskah cintaku yang kurasakan ini.

Malu untuk ku nyatakan rasa cinta ini. Tak sanggup diri ini untuk menggapai tangannya dan kuutarakan rasa cinta ini. Semoga keresahan yang selama ini kurasa dapat kujaga untuk terus menyimpan rahasia hati ini dan tak seorangpun tahu betapa besar rasa cinta ini karena ketidak berdayaanku untuk menggapai hati dan mengetahui apakah aku ada dalam cinta yang sebenarnya. Namun ada rindu bila aku tak bertemu walau hanya terlintas dalam angan, karena bibirku tak mampu untuk berbicara. Sungguh malu aku mengatakan rasa cinta itu, karena aku sendiripun tak tahu apakah memang itu cinta yang sebenarnya cinta.

Semoga cinta ini akan dapat terus kujaga walau mungkin saja tanpa ada balas. Biarlah cukup kusimpan cinta ini tanpa aku harus berharap untuk dapat memeluknya. Biarlah waktu yang menjawabnya, biarlah yang berkuasa atas cinta menguak semua tabir rahasia ini kelak dengan balasan cinta yang menjadikan diri ini bagian dari cinta yang tak terpisahkan.

Terperangah

Terperangah - citrosblog dot comMohammad sudah cukup berumur dengan badan yang tak lagi tegap menyusuri jalan beraspal yang telah banyak berlubang dan digenangai air ketika hujan turun membasahi. Sesekali dia harus seperti kelihatan melompat melewati genagan air pagi menjelang siang itu di sebuah jalan desa yang tidak terlalu rame dengan lalu lalang kendaraan. Terlihat sawah berwarna kuning keemasan dan pada beberapa bagian terlihat kesibukan para petani mulai memanen padi musim ini. Semoga hasil panen mereka berkah, sehingga banyak mereka akan memberi untuk mengisi kantong lusuhku ini. Gerutu Mohammad dalam hati.

Sebuah kantong terlihat tak lagi putih seperti aslinya, agak kecoklatan ada beberapa bagian yang perlu ditambal dipanggulnya dengan hampir separuh terisi dari hasil kerjanya menjelang siang hari itu.

Beberapa langkah kemudian dia memasuki halaman sebuah rumah dan terlihat beberapa orang sibuk sedang menjemur hasil panen yang sudah mereka angkut dari sawah. Dengan tersenyum Muhammad mengucapkan salam menyapa orang yang ada di halaman itu. Seperti sudah memahami maksud kedatangan sang tamu, tuan rumah langsung mengambil secauk padi yang belum kering dan diberikan kepada tamu yang datang. Sambil tersenyum penuh rasa syukur orang itupun memasukkan secauk padi kedalam kantong lusuhnya sambil terdengar ucapan terima kasih dari bibirnya yang terlihat kering. Mungkin menjelang siang hari ini dia belum makan.

Cukup banyak pemberian orang tadi, separuh kantong sudah terisi dan kembali Mohammad memanggul kantong itu untuk melanjutkan perjalanan. Seakan tak jemu, dia mengucapkan salam di setiap rumah yang dihampiri. Kadang ada jawaban yang menghasilkan, terkadang seakan memasuki rumah tak berpenghuni.

Diujung kumpulan perumahan itu, didepan sebuah rumah Mohammad kembali mengucapkan salam. Terdengar jawaban dari dalam rumah. Wa’alaikum Salam, terdengar ramah dan mempersilahkan sang tamu untuk mampir dan duduk. Terima kasih jawab Muhammad dan meletakkan kantong plastik yang dibawanya menyandar pada salah satu tiang teras rumah itu.

Mari-mari, silahkan duduk, kata pemilik rumah dengan riang dan ramah seakan menyambut kedatangan family jauh yang sudah lama tidak bersua. Kenapa harus repot-repot bawa oleh-oleh, kalau mau datang, datang saja tanpa harus membawa oleh-oleh. Repot-repot aja. Kata sang tuan rumah sambil mengangkat kantong plastik yang diletakkan Mohammad tadi.

Mohammad hanya terperanga menyaksikan hal tersebut, padahal dia tidak mengenal tuan rumah sebelumnya.

Sambil mengangkat kantong milik Muhammad masuk rumah, Buk ini ada tamu, buatkan kopi. Mohammad tetap terperangah tanpa mengeluarkan sepatah katapun, heran dan entah apa yang ada dalam perasaannya.

Sang tuan rumah seakan tidak perduli dengan situasi tersebut. Terus saja masuk membawa kantong milik Muhammad, dan keluar dia kembali berkata. Bagaimana kabar keluarga disana? Baik-baik saja kan? Kenapa harus repot-repot membawa oleh-oleh segala, kedatangannya kemari saja kami sudah senang. Cecal sang tuan rumah yang belum sempat dijawab Mohammad.

Saya kemari ……. Kata-kata Muhammad langsung di potong oleh sang tuan rumah, sudah jangan terburu-buru. Masih dibuatkan kopi. Istirahat saja dulu, masak baru datang sudah mau pulang.

Akhir cerita, tak dapat dilanjutkan. Ternyata disinilah kemampuan saya bercerita. Silahkan dilanjutkan ceritanya dengan scenario pembaca seandainya tulisan ini ada yang membaca. Apa yang bakal terjadi dengan Mohammad yang dibikin terperangah sang tuan rumah? Entahlah, dari pada saya harus melanjutkan dan tidak sinkron dari awal dan akhir, mending diakhiri saja ceritanya. Salam penasaran dan tidak kepanasan. Terperangah karena tidak dapat meneruskan cerita. Mohon maaf bukan pengalaman pribadi.

Sekedar Tulisan Ngelantur

Sekedar Tulisan NgelanturAlhamdulillah, puji syukur kehadirat sang maha kuasa. Karena berkat rahmat dan karunianya kita masih diberikan kesempatan sampai detik ini. Diberikan nikmat sehat, dan sempat. Sehat sehingga mampu beraktifitas mulai dari sesuatu yang ringan sampai aktifitas terberat yang dapat kita lakukan. Sempat untuk menghirup udara segara pagi hari, panasnya udara siang hari, dan dingin menusuknya udara malam hari. Semua berjalat atas kehendak dan ijin-Nya.

Tak satupun sesuatu yang terjadi di dunia ini diluar kehendak sang penguasa. Sebuah pribadi memiliki kehendak, pribadi-pribadi beraktifitas sesuai dengan apa yang ingin dilakukan, namun masih ada batasan dan banyak keterbatasan kehendak yang tak dapat dilakukan. Begitu pula dalam bentuk pemerintahan terkecil dalam keluarga yang terdiri dari beberapa gelintir bagian, pemerintahan desa, kecamatan, kabupaten, bahkan sebuah Negara berjalan berdasarkan atas aturan dan kehendak dari sang penguasa sebuah Negara.

Dari banyak elemen yang ada di dunia ini, dari berbagai Negara dengan beragam bentuk pemerintahan dan bermacam kehendak dari sang penguasa semua berjalan atas satu titah, terjadi atas satu kehendak, terlaksana atas satu ijin. Yaitu ijin dari Sang Maha Penguasa.

Para penggila science dan teknologi mungkin berpikir bahwa segalanya dapat dijalankan sesuai dengan science dan teknologi. Mungkin saja ada pendapat-pendapat yang berkata demikian, namun mungkin saja mereka berpikir menelusuri dari mana science itu berasal, dari mana teknologi itu dimulai. Siapa yang menemukan science dan teknologi awalnya. Jika terus dipikir secara asal usul siapa yang melahirkan para pakar-pakar science, melahirkan nenek moyang teknologi. Akan terdapat garis khayal yang buntu selain meyakini bahwa semuanya berasal dari Sang Maha Kuasa.

Ringkas cerita yang tak dapat diringkas. Semuanya akan kembali pada satu titik yang mungkin saja kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan alat seperti apapun, atau bahkan sangat besar sehingga tidak satupun indera manusia yang mampu melihatnya, karena besar dan teramat besar melebihi apapun yang paling besar. Halus dan sangat halus sehingga tidak dapat diraba dengan kelembutan pancaindera, kecuali adanya keyakinan yang mengalir begitu saja bahwa sesuatu yang tak terlihat itu ada dan nyata adanya. Sesuatu yang maha berkehendak atas segala kejadian pada diri kita, lingkungan sekitar dan alam semesta,bahkan kejadian yang tak dapat terdeteksi oleh pikiran kita sekalipun.

Membiarkan diri mengelantur sejauh-jauhnya sampai betul-betul meyakini keberadaaan sesuatu yang sulit dijangkau dengan akal keberadaanya. Hanya sekedar dirasakan, dan diyakini bahwa yang tidak terjangkau oleh akal itu nyata adanya. Sesuatu yang mengatur sehingga diri ini menuliskan kalimat-kalimat yang mungkin saja tidak akan dipahami oleh penulis suatu saat nanti ketika dibaca ulang, sulit dipikirkan kembali tentang makna dari kengelanturan ini. Semoga saja hanya bisa dirasakan dan diyakini bahwa tulisan ngelantur ini dapat menggugah inspirasi diri dalam menulis tanpa harus memiliki arti, cukup memiliki rasa bahwa tulisan ini atas kehendaknya.