Masih Pantaskah Mengaku Sebagai Blogger

Paling tidak mengaku sebagai blogger pernah memiliki kesempatan menuangkan kata-kata yang mungkin saja dari sebagian kata merupakan curahan isi hati. Paling tidak pernah memiliki karya yang tidak terlalu baik dengan kata-kata indah yang puitis dan romantis. Paling tidak pernah membuat sebuah gambar yang merupakan sejarah karya terbesar yang penah dimiliki.

Fast Track Guide Internet Marketing

Sejatinya menurut saya Fast track guide internet marketing yang mudah adalah mempergunakan logika, insting, dan keyakinan. Tetap pada prinsipnya, apapun yang kita jual selama memberikan manfaat akan tetap laku dan bertahan dalam jangka waktu yang lama

Cara Mudah Cek Backlink

Update algoritma menyatakan artikel terbaru dengan kata kunci serupa akan mendapat kesempatan masuk halaman pertama hasil pencarian (SERP)

Best Free SEO Tools For Blogger and Internet Marketing

Trafik yang lumayan dengan kisaran visitor 10K dan page view 30K. Tentu hal tersebut bukan semata karena keberhasilan trik SEO yang diterapkan, bisa jadi karena sebuah hal tersembunyi yang merupakan rahasia yang sulit dipecahkan dan tidak dapat ditemukan secara teoritis mempergunakan mesin pencari seperti apapun.

Memahami Duplicate Content dan How to Solve It?

Sebenarnya apa yang dikatakan dengan Duplicate Content? Ada berbagai descripsi yang menjelaskan tentang definisi duplikat konten. Ada yang menafsirkan adalah kesamaan konten atau konten serupa dalam hasil pencarian mesin pencari yang memberikan definisi sama dari web yang berbeda.

Ahok Berhasil Menyatukan Indonesia

Ahok Berhasil Menyatukan Indonesia "Citro Mduro"Assalamu'alaikum Wr. Wb.  Entah dari mana memulainya untuk merangkaikan kata-kata sebagai awal kalimat dari sebuah judul yang telah terlanjur dipilih ini. Alasan yang tidak jelas sehingga Ahok Berhasil Menyatukan Indonesia terlintas begitu saja dan dijadikan sebagai judul dari posting kali ini. Apakah efek dari tulisan sebelumnya yang juga tidak nyambung, atau alasan yang lain? Siapa yang akan menjawab jika yang membuat tulisan masih melemparkan pertanyaan?

Terlepas dari segala macam alasan mengapa judul Ahok Berhasil Satukan Indonesia sebagai judul, dan mungkin ini sekedar opini tak beralasan dari seorang blogger madura yang mengaku sebagai The Real Madura Blogger yang jarang aktif dalam dunia internet. Blogger kok jarang update blognya..!!! he.. he.. he... jadi tertawa sendiri nich. Apakah sudah gila ya karena lama tak update tulisan sehingga tak konek-konek dan tulisanpun tak nyambung-nyambung.

Sebetulnya berawal dari iseng-iseng mencari gambar seputar aksi 212 sehingga opini tulisan ini terlahirkan dan judul yang terpampang secara tidak sengaja terpilih. Entah apakah akan mengundang kontroversi atau bahkan akan terbuka sebuah interkoneksi yang lebih jauh khususnya bagi penulis. Siang ini tanggal 28 desember sekitar 26 hari dari aksi tersebut berlangsung baru opini tersebut dapat dipublikasikan walaupun sebelumnya memang tidak terlintas untuk beropini tentang hal tersebut melalui posting blog. Ketinggalan kereta ya..???? tapi biarlah ketinggalan kereta, terlambat dan teramat sangat terlambat untuk mengupas tentang hal ini walaupun belum dapat dikupas secara bersih dan masih tersisa getah-getah yang perlu dicuci lebih lanjut dengan pemutih akan lebih clear dan cling...

Masih berputar-putar untuk masuk pada bahasan dari judul yang dipilih, karena terus terang kabar lebih lanjut tentang hal tersebut tidak tahu menahu karena kekuperan tentang informasi terkini dan terdahulu sekalipun. Tanpa dilandasi oleh referensi yang jelas sekedar ingin menulis saja, dan sebagai label posting dipilih menulis dan isinya sekedar menulis.

Dari penulusan gambar melalui mbah yang konon katanya pinter dan serba bisa untuk memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan maupun pernyataan, memang di dapat gambar-gambar luar biasa terlebih lagi dilingkungan Monumen Nasional "MONAS" waktu aksi tersebut berlangsung. Bahkan sangat mungkin jika mengamati gambar-gambar tersebut, jutaan orang tertumpah ruah diseputar Monas dan sekitarnya yang cukup jauh mungkin karena memang seperti apa jakarta kurang tahu juga.

Nah, dari gambar tersebut sepertinya tidak salah kalau judul ini menjadi pilihan dan diangkat sebagai tulisan sekalipun bukan sebagai opini publik ataupun private opinion. Kenyataannya yang hadir dalam aksi tersebut dalam satu naungan bendera dan tidak lagi bernaung pada bendera organisasi-organisasi Islam yang mereka pegang. Dalam satu bendera Islam.

Mengingat hal tersebut sebagai umat islam walau sangat mungkin masih jauh dari kategori sebagai seorang muslim merasa bangga bahwa negeri ini memiliki umat yang memiliki solidaritas tinggi atas agama Islam. Allahu Akbar, maha suci Allah yang telah menurunkan Ahok sehingga seluruh umat Islam Negeri ini tergerak untuk bersatu. Saya yakin se yakin-yakinnya bahwa sebagian besar dai umat islam Indonesia mendukung aksi tersebut, sekalipun ada dari sebagian yang kurang setuju dengan aksi 212 meskipun keyakinan saya mengatakan bahwa dalam hati kecil mereka sebetulnya sangat setuju dan mendukung sepenuhnya dan tidak mungkin untuk ditampakkan secara dahiriyah.

Sunggu luar biasa kehendak Allah untuk menyadarkan sebagian besar umat Islam Indonesia untuk bersatu dan berpegang teguh pada tali persaudaraan, dan terus menjalin silaturahmi. Bukan saling menyalahkan satu dengan yang lain. Meskipun berbeda mazhab dan cara pandang dalam melaksanakan ibadah, namun sebetulnya semua adalah Islam yang harus terus bergandengan tangan selama dalam satu tujuan untuk mendapatkan ridho ilahi robbi, bukan saling menyudutkan dan menyalahkan serta menganggap akulah yang paling baik dan paling dekat dengan sang kholik karena ibadahku paling benar dan baik.

Sebagai penutup tulisan yang sebenarnya belum dimulai ini, maka jangan tutup laman ini sebelum anda mengobrak abrik isi yang ada meskipun belum seberapa yang dapat anda temukan. Dan pada akhir tulisan mari kita berdoa bersama semoga kita senantiasa mendapatkan petunjujuk dan kemampuan untuk menjalankan segala perintah-Nya, diberikan kemampuan untuk menjauhi segala larangan-Nya, sersta diberikan kemampuan untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah kita rasakan dengan berucap Alhamdulillah. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Menyikapi Kondisi Karut Marut Negeri Ini

Menyikapi Kondisi Karut Marut Negeri Ini "Citro Mduro"Jika dikatakan negeri ini sedang karut marut sepertinya terlalu berlebihan, buktinya masyarakat masih dapat menjalankan rutinitas seperti biasa. Para petani masih dapat menggarap sawahnya untuk bercocok tanam, para pegawai masih tetap beraktifitas dikantor masing-masing, walau mungkin ada sebagian yang bermalas-malasan. Para buruh, pekerja pabrik, nelayan, pekebun, dan sebagainya masih tetap beraktifitas sekalipun di dunia maya berbagai informasi dapat kita temukan tentang kondisi negeri ini yang sedang dihantam dengan berbagai macam peristiwa. Ada yang mengatakan negeri ini sedang dalam ancaman bahaya yang dahulunya sudah pernah dibasmi, adanya pergolakan politik, pergolakan ekonomi yang menurut kabar ceritanya ada permainan dan pemain besar yang memang sengaja ingin menguasai negeri ini secara terselubung.

Penulis memangnya mengerti tentang kondisi negeri, paham tentang politik, ekonomi dan sosial budaya?

Sebenarnya tidak ada pengetahuan tentang hal-hal tersebut, namun secara tidak sengaja saja terlintas tentang kondisi negeri ini berdasarkan berbagai share berita dari sosial media yang dijumpai. Dalam pikiran benarkah seperti ini keadaan negeri ini? Penuh dengan ancaman dan kondisi yang bisa dikatakan karut marut?

Tentu bukan suatu hal yang salah jika sekedar ingin menulis tentang sesuatu yang tidak dipahami dan itupun sekedar tulisan yang tidak akan memberikan pengaruh bagi para pembaca jikalau memang ada yang berkenan membacanya, terlebih lagi bagi negeri ini. Tidak memberikan sumbangan yang berarti karena memang hanya kemampuan beropini melalui tulisan yang belum pantas disebut sebagai opini.

Hanya memandang dan itupun sekedar mengintip dari celah yang teramat kecil dengan kaca mata yang sudah teramat buram. Melihat dan sedikit berpikir tentang negeri ini mulai dari informasi yang diperoleh tentang kasus penistaan Alqur’an Surah Almaidah. Sebagai orang yang sekedar beragama islam terus terang informasi tersebut sempat menyentakkan hati walau tidak sampai bergetar, sekedar sempat terlintas kenapa orang yang akan mendaki begitu beraninya untuk melakukan hal tersebut. Tapi mungkin saja hal tersebut sudah digariskan agar kita sebagai orang yang mengaku beragama islam harus sadar bahwa kondisi kita saat ini seperti ini adanya. Selama ini kita tertidur dan lebih sering tanpa disadari kita sendiri yang mengagungkan Alqur’an tapi tanpa disadari telah menodainya. Tapi mungkin itu hanya pemikiran saya saja yang terlalu bodoh tentang alqur’an dan tidak patuh dengan ajaran agama yang dianut dengan alasan turun temurun, karena ayah, ibu, kakek dan nenek saya beragama islam sehingga saya juga beragama islam sekalipun sangat tidak patuh terhadap ajaran agama dan tidak tahu tentang isi yang harus dipelajari dalam kitab suci agama yang saya anut.

Oke, berlanjut terus opini ngawurnya.

Berdasarkan informasi yang didapat dari share pada sosial media, informasi dari penistaan agama berkembang pada boikot memboikot, curiga dan saling mencurigai walau mungkin hal tersebut sebatas sosial media dan dari salah satu sisi saja yang saya dapatkan, sementara sisi lain mungkin masih belum bisa saya singkap karena tabir tebal yang belum mampu untuk saya singkapkan. Namun paling tidak ada perkembangan wawasan tentang negeri ini meskipun dari salah satu sisi. Dan yang jelas negeri ini masih memiliki kekuatan yang sangat besar dan hal tersebut sudah dibuktikan pada aksi damai 2 Desember beberapa waktu lalu. Dan statistik kependudukan negeri ini mengatakan ada lebih dari 200 juta jiwa yang saya yakin kesemuanya siap untuk mempertahankan NKRI, walaupun mungkin ada sebagian kecil yang ingin merongrong negeri ini bagaikan tikus tanah yang terus menggali secara perlahan.

Kenapa juga sampai pada tikus tanah, lagian sudah banyak cara untuk mengatasi tikus tanah. Jika memang negeri ini mendapat ancaman dari tikus tanah, tentu akan banyak cara untuk mengatasinya, namun selagi tikus tersebut sekedar menggali untuk mencari makan dan tidak menimbulkan kerusakan, sepertinya kita biarkan saja. Mencari makan dengan menggali memang sudah sudah kodrat tikus untuk mendapatkan makan dengan cara tersebut. Selama tidak merusak tanaman disawah, merusak yang lain kita biarkan tikus-tikus tersebut, nantinya juga akan disantap kucing, ular, burung hantu, dan masih banyak hewan-hewan lain yang akan memangsa tikus-tikus tersebut.

Waduh ... malah ngelantur pada berbagai hewan, bisa jadi tulisan ini akan menjadi kebun binatang. Dari pada sampai terlalu banyak mengkoleksi hewan-hewan dan tidak akan menjadi kebun binatang, sepertinya dihentikan sekian saja tulisan ini sekalipun belum ada kesimpulan yang dapat dijadikan simpul sebagai pelajaran pramuka hari ini.