Masih Pantaskah Mengaku Sebagai Blogger

Paling tidak mengaku sebagai blogger pernah memiliki kesempatan menuangkan kata-kata yang mungkin saja dari sebagian kata merupakan curahan isi hati. Paling tidak pernah memiliki karya yang tidak terlalu baik dengan kata-kata indah yang puitis dan romantis. Paling tidak pernah membuat sebuah gambar yang merupakan sejarah karya terbesar yang penah dimiliki.

Fast Track Guide Internet Marketing

Sejatinya menurut saya Fast track guide internet marketing yang mudah adalah mempergunakan logika, insting, dan keyakinan. Tetap pada prinsipnya, apapun yang kita jual selama memberikan manfaat akan tetap laku dan bertahan dalam jangka waktu yang lama

Cara Mudah Cek Backlink

Update algoritma menyatakan artikel terbaru dengan kata kunci serupa akan mendapat kesempatan masuk halaman pertama hasil pencarian (SERP)

Best Free SEO Tools For Blogger and Internet Marketing

Trafik yang lumayan dengan kisaran visitor 10K dan page view 30K. Tentu hal tersebut bukan semata karena keberhasilan trik SEO yang diterapkan, bisa jadi karena sebuah hal tersembunyi yang merupakan rahasia yang sulit dipecahkan dan tidak dapat ditemukan secara teoritis mempergunakan mesin pencari seperti apapun.

Memahami Duplicate Content dan How to Solve It?

Sebenarnya apa yang dikatakan dengan Duplicate Content? Ada berbagai descripsi yang menjelaskan tentang definisi duplikat konten. Ada yang menafsirkan adalah kesamaan konten atau konten serupa dalam hasil pencarian mesin pencari yang memberikan definisi sama dari web yang berbeda.

Sekedar Melanjutkan Tulisan Bercocok Tanam

Jagung Tolean - Citro MduroSiang tadi adalah hari kedua pelajaran bercocok tanam jagung yang saya lakukan (empat april 2017), walau sampainya disawah agak siang karena kegiatan rutinitas pagi yang harus dilakukan yaitu mengantarkan anak-anak sekolah. Mendapatkan pendidikan yang layak merupakan sebuah keharusan bagi setiap warga Negara, dan sebagai orang tua wajib memberikan pendidikan bagi anak-anaknya. Begitu pula yang harus saya lakukan. Karena saya tidak bisa mengajari anak saya secara konsekuen, maka menyekolahkan merupakan salah satu cara untuk memberikan pendidikan bagi mereka. Si sulung sudah kelas tiga sekolah dasar saat ini dan masih saya antar bersama saudara sepupunya yang kelas 5 di sebuah sekolah dasar dekat kantor polisi sector kecamatan pakong. Adiknya masih menempuh di taman bermain kanak-kanak disebuah TK yang tidak jauh dari rumah. Kegiatan rutin pagi hari mengantarkan mereka untuk menuntut ilmu teriring doa semoga mendapatkan ilmu yang barokah dan bermanfaat. Sementara pulangnya mereka sudah bias pulang tanpa dijemput. He….mmmm, maklum bapaknya malas untuk menjemput mereka dari sekolah.

Praktek bercocok tanam masih melanjutkan kegiatan hari sebelumnya, maklum karena belum berpengalaman dan tenaga yang kurang memadai untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan kecil bagi yang sudah terbiasa ternyata belum mampu. Mencangkul terlalu sering beristirahat untuk meluruskan punggung yang gimana gituh rasanya. Namun asyiknya pada malam harinya bisa tidur lebih lelap dibandingkan sebelum bekerja ekstra berat sesuai ukuran saya saat ini.

Ternyata benar apa yang diungkapkan oleh seorang Kyai yang pernah saya temui. Jika ingin hidup tenang maka jadilah petani, dan jika ingin menjadi orang kaya maka berdaganglah. Menjadi petani ternyata memang menyenangkan, padahal belum memberikan hasil dari kerja yang dilakukan. Namun badan jadi berkeringat dan dapat tidur dengan lelap dan merasakan nikmatnya tidur setelah terbangun dipagi harinya. Kebangunan dari tidur tadi pagi tidak seperti biasanya, sekalipun siangnya badan terasa lelah bekerja di ladang, namun tadi pagi saya dapat bangun pagi-pagi sangat, sebelum terdengar adzan subuh dan dapat mendengarkan merdunya kumandang adzan subuh yang lama tidak saya dengar akhir-akhir ini.

Betapa indah suasana pagi sebelum subuh, begitu tenang dan baru saya rasakan. Sungguh luar biasa nikmat yang diberikan-Nya diantara kelelahan yang luar biasa saya rasakan. Dari kelanjutan praktek bercocok tanam yang belum dilakukan adalah penyemprotan tanah dengan mempergunakan mikroorganisme yang sebetulnya ingin saya lakukan. Praktek tersebut sebetulnya sekaligus ingin membuktikan keampuhan dan keunggulan sebuah produk mikroorganisme yang mengatakan tidak memerlukan pupuk tambahan walau pengerjaan penanaman dan pengolahan tidak sepenuhnya mengikuti teori yang dianjurkan. Langkah awal yang seharusnya dilakukan adalah penyemprotan tanah sebelum ditanami untuk menghasilkan tanah yang lebih gembur dan mampu menyimpan air lebih lama menurut panduan penggunaan produk tersebut, namun hal ini tidak saya lakukan.

Yang saya lakukan adalah perendaman bibit dengan larutan produk tersebut selama satu malam, dan mentiriskan bibit yang sudah direndam selama satu malam sebelum ditanam keesokan harinya. Selesai penanaman separuh lahan berharap akan turun hujan, dan Alhamdulillah kemaren siang bumi sekitar diguyur hujan yang cukup deras, dan semestinya sore hari saya melakukan penyemprotan. Sayangnya belum saya lakukan karena keterbatasan peralatan untuk melakukan penyemprotan.

Terus maunya gimana, kok bekerja seperti tidak niat dan tidak mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan? Berhubung hal tersebut belum dilakukan, Insya Allah penyemprotan akan dilakukan setelah bibit mulai tumbuh. Semoga tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Semoga praktek ini akan sesuai dengan keinginan dan mendapatkan Ridho dan Rahmat-Nya. Aamiin…….

Belajar Bercocok Tanam

Jagung Tolean - Citro MduroMemperdalam teori tanpa praktek bagaikan pepesan kosong, begitu pula sebaliknya praktek tanpa adanya landasan teori bagaikan kisah orang buta yang meraba-raba seekor gajah. Harus ada perimbangan antara penguasaan teori dan mempraktekkannya untuk mengetahui seberapa jauh teori tersebut dipahami. Dan apakah saya termasuk orang yang memahami teori dan dapat mempraktekkan teori yang telah dipelajari?

Entahlah, yang jelas pada hari ini karena tidak ada kegiatan sekolah karena siswa kelas XII sedang melaksanakan UNBK, maka kegiatan pagi hari diisi dengan belajar mencangkul walau tidak dalam untuk belajar bercocok tanam jagung. Istilah untuk masyarakat sekitar dikenal dengan JAGUNG TOLEAN. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Jagung Tolean? Sepengetahuan yang diperoleh dari informasi melalui cerita-cerita para petani sekitar, yang dimaksud istilah tolean adalah penanaman ulang sebuah varietas dengan mempergunakan bibit hasil panen sebelumnya. Apapun jenis produk yang ditanam, apakah padi ataupun jagung jika mempergunakan bibit dari hasil panen sebelumnya maka disebut dengan istilah TOLEAN, kalau menanam jagung disebut dengan istilah JAGUNG TOLEAN.

Berdasarkan informasi, kualitas bibit biasanya kurang maksimal dibandingkan dengan bibit yang dikeluarkan oleh pembibitan aslinya.

Nah dari pengalaman tadi pagi, melihat kondisi tanah yang dilewati cangkul walau tidak terlalu dalam. Tanah yang diatasnya terdapat tumpukan jerami yang telah membusuk tanah kelihatan lebih gembur, sementara yang tidak ada tumpukan jerami yang membusuk tanah lebih kering, begitu pula apabila jerami yang tertumpuk belum membusuk, kadar air tanah lebih kecil lagi.

Dari pengalaman tersebut, pemanfaatan limbah pertanian seperti jerami dapat dipergunakan untuk menggemburkan tanah tentu setelah dilakukan pembusukan terlebih dahulu melalui proses komposisasi (sayangnya belum praktek membuat kompos). Dari pengalaman tersebut sudah dapat dipastikan bahwa secara teori kompos dapat menyuburkan tanah, sementara tumpukan jerami yang tidak terurai dapat menimbulkan masalah lain seperti menjadi sarang tikus ataupun kuman penyakit tanaman lainnya.

Pengalaman lain adalah rasa letih dan boyo karena mencangkul, sementara para petani sanggup menyelesaikan cangkulan dalam waktu yang singkat. Saya hanya mampu menyelesaikan beberapa bedeng saja, kalau dihitung dalam jumlah batang jagung yang dihasilkan nantinya sekitar 200 batang pohon jagung dari lubang hasil cangkulan. Hemmmm, sangat jauh produktifitas kerja dibandingkan dengan para petani yang sudah terbiasa.

Namun kaos yang saya pakai basah kuyup oleh keringat, dan inilah hasil pertama yang saya dapatkan melalui bercocok tanam. Keringat yang menandakan saya berolahraga yang menghasilkan karya luar biasa bagi saya pribadi walau hal tersebut mungkin tidak berarti bagi orang lain.

Saat ini jagung yang sudah tertanam sudah diguyur hujan, Alhamdulillah rahmat-Nya begitu melimpah bagi tanaman saya serta bagi saya dan keluarga tentunya. Semoga pengalaman memberikan hasil dan kebarokahan yang luar biasa. Ditulis pada tengah hari selepas dhuhur 03 April 2017.

Belajar Memanfaatkan Limbah Pertanian

Belajar Memanfaatkan Limbah PertanianTempat dimana saya dibesarkan dan mengabdikan diri saat ini merupakan lingkungan pertanian yang awalnya merupakan areal pertanian tadah hujan yang mengandalkan pengairan air hujan untuk mengairi sawah pertanian, khususnya disekitar tempat tinggal yang selama ini menaungi saya dan keluarga dari terik matahari dan dinginnya cuaca malam ataupun derasnya hujan.

Produk pertanian yang dihasilkan penanaman palawija seperti jagung ataupun pada itupun pada musim penghujan. Setelah panen pertama biasanya lahan menjadi menganggur tanpa ada tanaman dikarenakan curah hujan yang mulai berkurang dan pengairan tidak mencukupi untuk bercocok tanam. Lahan akan dibuka kembali pada menjelang musim kemarau untuk bercocok tanam tembakau sebagai produk unggulan masyarakat petani pamekasan utara, super khusus masyarakat petani disekitar lingkungan saya berada.

Kemajuan teknologi mulai masuk di daerah yang dulunya hanya menghasilkan dua kli produksi pertanian, saat ini dengan teknologi sumur bor sudah dapat menyediakan system pengairan yang cukup memadai untuk lahan pertanian yang awalnya mengandalkan pertanian tadah hujan. Petani di daerah saya saat ini sudah bias 3 sampai 4 kali musim tanam dalam satu tahun. Terlebih musim yang tidak teratur, para petani sudah beberapa tahun tidak bercocok tanam tembakau walaupun tidak 100%,dan masih ada sebagian yang mencoba bercocok tanam tembakau walaupun kualitas tidak maksimal seperti musim kemarau normal.

Saat ini masyarakat di daerah saya sudah intens bercocok tanam padi dan jagung, terlebih untuk musim tanam tahun 2016/2017. Empat kali musim tanam cenderung para petani menanam padi, dan sebagian kecil menanam jagung, kondisi ini hanya sekitar tempat saya berada bukan untuk kecamatan Pakong secara keseluruhan. Ada sebagian lahan yang baru panen padi, dan sebagian lagi ada yang baru tumbuh tanaman padinya.

Seperti biasa, para petani tidak lepas dengan beternak sapi sebagai sampingan dari pekerjaan bercocok tanam di sawah.

Nah, permasalahan yang menjadi pikiran saya pada musim pada secara serentak. Limbah yang dihasilkan melimpah dan harus dibuang tidak dimanfaatkan lebih lanjut seperti daerah-daerah lain seperti memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan kompos ataupun pakan ternak yang lebih berkualitas. Sebagian besar jerami padi dibakar, atau dibiarkan begitu saja melapuk di tengah ladang apabila tidak akan ditanami lagi dan menunggu pada musim berikutnya. Sebagian besar dibakar yang menimbulkan polusi asap. Sementara yang dipergunakan untuk pakan ternak hanyalah jerami padi yang masih hijau.

Menurut karya tulis yang saya baca dari mahasiswa peternakan dari berbagai universitas di negeri ini, jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang memiliki kualitas tinggi sebagai pakan utama ternak, tentunya dengan melalui proses pengolahan untuk meningkatkan nilai nutrisi yang dikandung. Dengan memanfaatkan mikroorganisme yang bermanfaat, nutrisi pada jerami akan dipecah menjadi partikel-partikel kecil yang lebih mudah dicerna oleh ternak dan dapat meningkatkan produktifitas ternak melalui pembuatan pakan ternak fermentasi (silase).

Dengan bermodalkan seekor sapi, saya mencoba untuk bereksperimen tentang pakan ternak tersebut, walau beberapa kali gagal untuk menghasilkan pakan ternak seperti teori yang saya baca, bahkan sapi ternak cenderung tidak mau memakan pakan fermentasi yang saya buat tersebut.

Namun semangat tidak boleh tumpul, harus terus mencoba dengan harapan dapat merubah mindset masyarakat dan berharap hasil percobaan dapat bermanfaat bagi lingkungan. Syukur-syukur dengan doa dan praktek yang dilakukan dapat menjadi peternak yang sukses dan barokah (dalam cita-cita dan doa). Mohon doa restunya demi keberhasilan dan bimbingan bagi saudara-saudara yang memiliki pengalaman dan sharing pengalaman tersebut baik melalui tulisan-tulisan para ahli ataupun melalui sharing di kotak komentar atau email di citromduro@gmail.com